Pancasila - Pertemuan 4

 

Adapun dalam sumber yang lain memberikan penjelasan tentang Pancasila
bahwa setiap butir-butir yang terkandung di dalam Pancasila mengandung nilai-nilai
yaitu :

a. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa

Pada prinsipnya menegaskan bahwa bangsa Indonesia dan setiap warga negara harus mengakui adanya Tuhan. Oleh karena itu, setiap orang dapat menyembah Tuhannya sesuai dengan keyakinannya masing-masing. Segenap rakyat Indonesia mengamalkan dan menjalankan agamanya dengan cara yang berkeadaban yaitu hormat-menghormati satu sama lain. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya. Sila ini menekankan tujuan pada fundamental etisreligius dari negara Indonesia yang bersumber dari moral ketuhanan. Sila ini juga bersinergi dengan Pasal 29 ayat (1) dan (2) UUD 1945.

b. Sila kedua : Kemanusiaan yang adil dan beradab

Sila ini menegaskan bahwa kebangsaan Indonesia merupakan bagian dari kemanusiaan universal, yang dituntut mengembangkan persaudaraan dunia berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan yang berkeadilan dan berkeadaban. Kemanusiaan berasal dari kata “manusia” yaitu makhluk yang berbudaya dengan memiliki pikir, cipta, rasa, karsa. Karena potensi yang seperti yang dimilikinya itu manusia tinggi martabatnya. Dengan budi nuraninya manusia menyadari nilai-nilai dan norma-norma. Kemanusiaan terutama berarti hakikat dan sifat-sifat khas manusia sesuai dengan martabatnya. Adil berarti patut, tidak memihak atau berpegang pada kebenaran. Keputusan dan tindakan didasarkan pada suatu objektifitas, tidak pada subjektifitas. Disinilah yang dimaksud wajar atau sepadan. Beradab kata pokoknya “adab”, sinonim dengan sopan, berbudi luhur, susila. Beradab artinya berbudi
luhur, berkesopanan dan bersusila sekaligus menuju tingkat kemajuan lahir dan batin. Sehingga tujuannya disini adalah untuk membentuk manusia yang memiliki nilai kesusilaan, keadilan, dan keberadaban.

c. Sila Ketiga : Persatuan Indonesia

Menegaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki kehendak untuk bersatu memiliki persatuan perangai karena persatuan nasib, bangsa yang terikat pada tanah airnya. Sehingga disini tujuannya adalah agar menjadi utuh sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia meskipun dengan kemajemukan kekayaan negara.

d. Sila Keempat : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

Pada prinsipnya sila ini bertujuan untuk terus memelihara dan mengembangkan semangat bermusyawarah untuk mencapai mufakat dalam perwakilan. Bangsa Indonesia akan tetep memelihara dan mengembangkan kehidupan demokrasi, kearifan lokal dan kebijaksanaan dalam bermusyawarah.

e. Sila Kelima : Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Secara khusus, keadilan sosial dalam sila kelima Pancasila ini menekankan prinsip
keadilan dan kesejahteraan ekonomi atau apa yang disebut Soekarno sebagai
prinsip sociale rechtvaardigheid yakni bahwa persamaan, emansipasi dan
partisipasi yang dikehendaki bangsa bukan hanya di bidang politik, melainkan juga
dibidang ekonomi.