Pengantar Sistem Informasi - Pertemuan 2

Komponen Sistem Informasi

  1. Input Sumber Daya Data.
  2. Pemrosesan data ke informasi.
  3. Hasil dari produk informasi.
  4. Penyimpanan sumber daya data.
  5. Kontrol dari performa sistem.

Contoh Aktivitas

Input: Pemindaian optis pada label kode batang barang dagangan
Process: Menghitung gaji karyawan, pajak dan potongan gaji lainnya
Output: Membuat laporan dan tampilan mengenai kinerja penjualan
Storage: Mengelola catatan mengenai pelanggan, karyawan dan produk
Control: Membuat sinyal yang dapat dideteksi untuk menunjukkan entri data penjualan yang benar


Model sistem informasi memperlihatkan kerangka konseptual dasar untuk komponen dan aktivitas sistem informasi. 

Sistem informasi tergantung pada SDM (pengguna akhir dan ahli SI), hardware, software, data dan jaringan untuk melakukan aktivitas input, proses, output, storage. 

Empat konsep utama yang dapat diterapkan untuk semua jenis sistem informasi adalah
  • Manusia, hardware, software, data dan jaringan => sumber daya dasar dari sistem informasi.

  • SDM terdiri dari pengguna akhir dan ahli SI, Sumber daya Software, Sumber daya Hardware, Sumber daya Jaringan, Sumber daya Data.

  • Sumber daya data diubah oleh aktivitas pemrosesan informasi menjadi berbagai produk informasi untuk pengguna akhir.

  • Pemrosesan informasi terdiri dari aktivitas sistem masukan, pemrosesan, keluaran, penyimpanan dan pengendalian.

Sumber Daya Dasar: Manusia

End Users
Sekelompok orang yang menggunakan sistem informasi atau informasi yang telah dihasilkan dari suatu sistem. Contoh: customer, salesperson, engineer, clerk, accountants, manager.

IS Specialist
Sekelompok orang yang mengembangkan dan mengoperasikan sistem informasi. Contoh: Software developer, System Analyst, System Operators.

Sumber Daya Dasar: Hardware

Computer Systems
Terdiri dari pusat pemrosesan (CPU) dan perangkat-perangkat yang terkoneksi seperti printer, scanner, monitor, dll.

Computer Peripherals
Perangkat seperti keyboard, mouse, stylus pen, proyektor, printer.

Sumber Daya Dasar: Software

Konsep software resources adalah sekumpulan informasi yang memproses instruksi.
Software Resources terdiri dari:
  1. System Software, contoh: Microsoft windows, Unix, MacOS.
  2. Applications Software, contoh: aplikasi kasir, word processing software.
  3. Procedures, contoh: Buku Manual, Tutorial Instalasi.

Sumber Daya Data (Data Resources)

Sumber daya data dari sistem informasi biasanya diorganisasikan, disimpan, dan diakses menggunakan beragam teknologi manajemen sumber daya data melalui:
  • Databases Management System.
  • Knowledge Bases System yang mengelola “pengetahuan” dalam beragam bentuk seperti fakta dan aturan.
Contoh :
Data transaksi penjualan dapat dicatat pada dokumen sumber seperti dalam bentuk susunan dokumen tertulis.

Sumber Daya Jaringan (Network Resources)

Sumber daya telekomunikasi dan jaringan meliputi internet, intranet, dan ekstranet yang mendukung kesuksesan aktivitas organisasi melalui sistem informasi.
Sumber daya telekomunikasi dan jaringan terdiri dari:
  • Media Komunikasi, contoh: kabel RJ-45, kabel coaxial, kabel fiber optic, teknologi seluler.
  • Infrastruktur Jaringan, contoh: modem, software control komunikasi.

Keuntungan dan Strategis 

Keunggulan kompetitif atau keunggulan bersaing (competitive advantage) adalah kemampuan yang diperoleh melalui karakteristik dan sumber daya suatu perusahaan untuk memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain pada industri atau pasar yang sama.

Maka, strategi kompetitif yaitu mengembangkan suatu strategi perusahaan/instansi supaya dapat memiliki keunggulan kompetitif yang diharapkan.

Ancaman Daya Kompetitif

Terdapat 5 kekuatan kompetitif:

1. Ancaman Pendatang Baru / Threat of New Entrants

Hambatan masuk (entry barriers) merupakan berbagai faktor yang akan menghambat pendatang baru memasuki suatu industri di Five Forces Model. Hambatan masuk yang rendah akan mengakibatkan suatu industri mengalami penurunan profitabilitas dengan cepat karena semakin meningkatnya persaingan di antara perusahaan dalam satu industri.

Sebaliknya dalam Five Forces Model hambatan masuk industri yang tinggi, diasumsikan akan dapat mempertahankan daya tarik industri untuk jangka waktu yang panjang. 

Contoh, Identitas merek (brand identity) yang kuat seperti yang dimiliki Teh Botol Sosro dan Coca-Cola telah turut melindungi produk-produk tersebut dari serangan pesaing baru sehingga kedua produk tersebut masih dapat mempertahankan posisinya di pasar.

2. Kekuatan Tawar Pemasok / Bargaining Power of Suppliers

Pemasok memiliki posisi tawar-menawar yang berbeda-beda terhadap perusahaan di dalam Five Forces Model. Apabila perusahaan dapat memperoleh pasokan bahan baku dari beberapa pemasok maka kedudukan perusahaan relatif lebih kuat dibandingkan pemasok sehingga pemasok tidak akan memberikan ancaman berarti bagi perusahaan di Five Forces Model.

Tetapi apabila perusahaan bergantung hanya kepada satu pemasok maka kedudukan pemasok menjadi kuat dan dapat menimbulkan ancaman bagi perusahaan.

3. Kekuatan Tawar Konsumen / Bargaining Power of Buyers

Pembeli memiliki posisi penting terhadap keberlangsungan hidup perusahaan karena sales revenue yang diperoleh perusahaan berasal dari penjualan produk perusahaan kepada buyer.

Contoh para pengusaha hasil bumi di daerah Lampung akan memiliki bargaining power yang rendah seandainya mereka menjual hasil buminya seperti kopi, cengkeh, lada hitam maupun damar hanya kepada satu pembeli besar di Jakarta, karena dengan struktur perdagangan seperti ini para pengusaha hasil bumi tidak memiliki alternatif harga jual selain yang ditetapkan oleh pembeli besar dari Jakarta tersebut.

4. Ancaman Produk Pengganti / Threat of Subtitute Products

Persaingan terhadap produk dihasilkan perusahaan tidak hanya berasal dari perusahaan yang memproduksi produk yang sama sehingga menimbulkan persaingan langsung, melainkan bisa juga berasal dari perusahaan yang memproduksi produk yang memiliki kesamaan fungsi dengan produk yang dihasilkan perusahaan. Produk seperti itu dinamakan produk subsitusi. Contoh: Perusahaan bis yang melayani rute AKAP (Antar Kota Antar Propinsi) tidak hanya menghadapi persaingan dari perusahaan bis lainnya, namun juga menghadapi persaingan dari moda transportasi lainnya seperti kereta api, perusahaan penerbangan, maupun perusahaan travel.

5. Rivalitas Kompetitif / Competitive Rivalry 

Terrjadi persaingan antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Perusahaan yang melakukan inovasi dapat menikmati profit yang besar pada saat pesaing lain belum memasuki pasar yang sama.

Cara Menyeimbangkan Ancaman Daya Kompetitif

1. Keunggulan Biaya: Menjadi produsen produk dan jasa yang murah atau mencari cara membantu pemasok/pelanggan menurunkan/menaikkan harga pesaing.

2. Inovasi: Mencari cara baru dalam melakukan bisnis.

3. Pertumbuhan: Memperluas kapasitas perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa, memperluas pasar global, diversifikasi menjadi produk dan jasa baru, atau berintegrasi menuju produk/jasa yang terkait.

4. Aliansi: Membuat hubungan dan aliansi bisnis baru dengan pelanggan, pemasok, pesaing, konsultan dan perusahaan lain. 

Peran Strategis

Looking Inward: Perbaikan proses dan struktur di dalam organisasi. Contoh: melakukan proses Business Process Reenginering dan Restrukturisasi Organisasi.

Looking Outward: Peningkatan penjumlahan produk / jasa layanan.

Looking Across: Hubungan antar organisasi lain.

Perusahaan Agile

Kemampuan suatu perusahaan untuk dapat beradaptasi terhadap perubahan yang sangat cepat. Perusahaan Agile mampu membuat keuntungan pasar dengan jangkauan produk yang sangat luas dan mampu memproduksi pemesanan secara individual maupun secara masal. Untuk menjadi perusahaan yang agile, bisnis harus menggunakan empat strategi dasar:
  1. Bisnis harus memastikan bahwa customer menerima produk atau layanan/jasa dari perusahaan agile sebagai solusi terhadap masalah individu mereka.

  2. Perusahaan agile berkoordinasi dengan customer, supplier dan perusahaan lain, dan bahkan dengan competitor.

  3. Perusahaan agile dapat mampu mengatasi dan mengantisipasi terhadap perubahan dan ketidakjelasan.

  4. Mempengaruhi masyarakat dan pengetahuan.

Perusahaan Virtual

Suatu organisasi yang hanya menggunakan komputer dan teknologi komunikasi yang memiliki kemudahan dalam mengatur administrasi untuk berkomunikasi dengan pihak klien

Strategi Perusahaan Virtual

  • Berbagi infrastruktur dan resiko dengan rekan aliansi.
  • Menghubungkan kompetensi inti pelengkap.
  • Mengurangi waktu concepts-to-cash melalui berbagi.
  • Meningkatkan fasilitas dan cakupan pasar.
  • Memperoleh akses ke dalam pasar baru dan pangsa pasar atau loyalitas pelanggan.
  • Berpindah dari menjual produk menjadi menjual solusi.