Bisnis Proses Fundamental - Pertemuan 6

Process Discovery / Penemuan Proses

Tugas utama:

1. Menentukan pengaturan.
2. Mengumpulkan informasi.
3. Melakukan pemodelan.
4. Meyakinkan kualitas model.

Who involved:

1. Analis Proses (process analyst): seorang ahli dalam memodelkan dan menganalisis proses

2. Ahli bidang (domain expert): orang yang tau bagaimana mengumpulkan informasi dan membuat model yang akurat

Metode Penemuan Proses

1. Analisis Dokumen, dengan membaca dokumentasi yang ada. Dokumen menunjukan peran, aktifitas, dan objek bisnis yang ada. Seperti deskripsi proses, kebijakan internal, bagan organisasi, dan rencana.

2. Pengamatan, mengikuti langsung proses bekerja. Yang pertama dengan menjadi peran aktif (contoh pelanggan), atau peran pasif (contoh mengamati peserta dan lingkungan proses). Yang kedua melacak objek bisnis selama siklus hidupnya.

3. Penemuan proses otomatis dan process mining, aliran kejadian dan informasi pada basis data disusun menjadi catatan untuk memodelkan proses, untuk melakukan perbaikan model, atau kesesuaian model.

4. Wawancara, pendekatan maju vs mundur atau terstruktur vs tidak. Analis proses bertanya kepada pakar, domain bisa menggali informasi tentang pemodelan suatu bisnis.

5. Workshop, mengumpulkan semua peserta untuk berinteraksi untuk memahami suatu proses bekerja yang menggunakan model sebagai acuan diskusi. Biasanya melakukan 3 - 5 sesi dan setengah hari persesi.

Metode Pemodelan Proses

1. Identifikasi Batasan Proses..

  • Apa pemicu proses (contoh: pembelian diterima).
  • Hasil yang mungkin (positif: permintaan dipenuhi, negatif: permintaan ditolak).
  • Perspektif siapa yang kita gunakan (contoh: penjual).
  • Artifak yang digunakan utk output (input: pesanan pembelian, output: tagihan).

2. Identifikasi aktivitas dan kejadian.

3. Identifikasi sumber daya dan serah terima mereka.

4. Identifikasi aliran kontrol.

5. identifikasi elemen tambahan.

Penjaminan Kualitas Model Proses

1. Kualitas sintaksis: verifikasi kebenaran struktural dan perilaku.
2. Kualitas semantik: validasi dan kelengkapan.
3. Kualitas pragmatis: verifikasi dapat dipahami dan dipelihara.

Pedoman Pemodelan: 7PMG

G1 Gunakan sesedikit mungkin elemen dalam model.
G2 Meminimalkan jalur perutean per elemen.
G3 Gunakan satu peristiwa awal dan satu peristiwa akhir.
G4 Model dengan seterstruktur mungkin .
G5 Hindari gateway OR jika memungkinkan.
G6 Menggunakan label aktivitas berupa kata kerja-obyek.
G7 Menguraikan model dengan lebih dari 30 elemen.